Paramount Dapat Persetujuan Inggris untuk Akuisisi Warner Bros

2 hours ago 3

CNN Indonesia

Kamis, 06 Agu 2026 19:30 WIB

Logo Paramount dan Warner Bros, Paramount - Warner Bros Pemerintah Inggris resmi memberi lampu hijau atas akuisisi bernilai fantastis US$111 miliar antara Paramount Skydance dan Warner Bros. (iStockphoto/AzmanL)

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Inggris resmi memberi lampu hijau atas akuisisi bernilai fantastis US$111 miliar antara Paramount Skydance dan Warner Bros.

Keputusan itu diambil setelah regulator setempat menyatakan penggabungan dua raksasa hiburan dunia tersebut tidak melanggar aturan persaingan usaha maupun mengancam kepentingan publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam keterangan resminya, seperti diberitakan Variety pada Kamis (6/8), Kementerian Kebudayaan, Media, dan Olahraga (DCMS) Inggris mengonfirmasi Otoritas Persaingan dan Pasar (CMA) merampungkan kajian.

Sehingga, mereka menyimpulkan tidak ada isu persaingan yang memerlukan intervensi lanjutan.

Sejalan dengan hal itu, Sekretaris Kebudayaan Inggris Lisa Nandy memutuskan tidak menerbitkan Nota Intervensi Kepentingan Publik.

Langkah tersebut diambil setelah pihak Paramount menyerahkan jaminan dan komitmen mengikat secara hukum terkait penyiaran di wilayah Inggris.

[Gambas:Video CNN]

Komitmen tersebut mencakup jaminan untuk menjaga keberagaman konten penyiaran dan layanan streaming, mempertahankan independensi identitas editorial media terkait, hingga melindungi program-program berita utama di Inggris agar tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Menanggapi keputusan regulator Inggris, juru bicara Paramount menilai hasil kajian tersebut sekaligus mematahkan tuduhan persaingan tidak sehat yang tengah diarahkan kepada mereka di Amerika Serikat.

"Kesimpulan ini semakin membuktikan betapa keliru dan manipulatifnya definisi pasar yang dipakai oleh para Jaksa Agung negara bagian AS dalam gugatan antitrust mereka di California," Paramount menegaskan.

Situasi di Inggris berbanding terbalik dengan AS karena penundaan merger tersebut diperpanjang. Hakim resmi menjadwalkan persidangan dugaan kasus antimonopoli dalam merger Paramount Skydance terhadap Warner Bros. Discovery (WBD) pada Maret 2027.

Jadwal tersebut lebih lambat dari yang diharapkan oleh Paramount dan dianggap sebagai langkah lanjutan pengadilan dalam menghambat proses merger dua perusahaan raksasa itu.

Variety pada Selasa (4/8) memberitakan Hakim Araceli Martinez-Olguin mengeluarkan putusan yang menyatakan persidangan akan berlangsung selama 12 hari pengadilan, dimulai pada 2 Maret dan berakhir pada 19 Maret 2027.

Martinez-Olguin dalam putusannya juga mengatakan konferensi pra-persidangan terakhir akan diadakan pada 24 Februari 2027.

Sementara itu, dalam pengajuan gugatan akhir Juli 2026, Paramount berpendapat penundaan tersebut "merugikan industri kreatif, individu-individu yang bekerja di dalamnya, dan konsumen yang mendapat manfaat darinya."

Koalisi 12 negara bagian, termasuk California dan New York, mengajukan gugatan pada 13 Juli dengan tuduhan bahwa pengambilalihan Warner Bros. Discovery US$111 miliar oleh Paramount akan secara ilegal mengurangi persaingan di pasar distribusi jaringan penyiaran dasar dan bioskop.

Sementara itu, WGA mengajukan gugatan terpisah keesokan harinya, dengan alasan bahwa merger itu juga akan merugikan pasar bagi para penulis.

(chri)

Read Entire Article
| | | |