Negara Tertutup dan Misterius Itu Kini Mulai Buka Pintu bagi Dunia

4 hours ago 3

CNN Indonesia

Selasa, 05 Mei 2026 18:00 WIB

Ekonomi digital Turkmenistan mulai menggeliat meskipun akses internet di negara ini termasuk yang paling lambat dan paling disensor ketat di dunia. Kota Ashgabat di Turkmenistan, salah satu negara paling tertutup di dunia. (iStockphoto/cartela)

Jakarta, CNN Indonesia --

Turkmenistan, negara yang selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah paling tertutup dan misterius di dunia, mulai menunjukkan tanda-tanda keterbukaan.

Di balik ketatnya kontrol politik, sebuah ekosistem ekonomi digital dan tren sosial modern mulai bersemi di negara Asia Tengah ini.

Di sebuah kantor modern di Ashgabat, Azat Seyitmuhammedov (38) menjalankan startup e-commerce bernama Wabrum. Meski bisnis semacam ini lazim di negara-negara Eropa atau Amerika, di Turkmenistan, usaha Azat dianggap sebagai terobosan luar biasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mungkin terdengar biasa di Eropa atau AS, tapi bagi Turkmenistan, ini hal baru," ujar Azat, seperti dilansir The Independent. "E-commerce di sini masih dalam tahap awal, dan kami adalah pionirnya," sambungnya.

Ekonomi digital Turkmenistan mulai menggeliat meskipun akses internet di negara ini termasuk yang paling lambat dan disensor ketat di dunia. Pemerintah beralasan sensor diperlukan untuk menangkal radikalisme dari negara tetangga seperti Afghanistan.

Namun, kendala tersebut tidak menyurutkan antusiasme generasi muda. Platform seperti Instagram dan TikTok secara resmi diblokir, namun warga tetap mengaksesnya menggunakan VPN.

Enejan Velmuradova, seorang influencer, menggunakan Instagram untuk mempromosikan agen perjalanannya yang melayani liburan warga kaya Turkmenistan ke Eropa dan Asia Tenggara.

Di mal-mal mewah Ashgabat, remaja kerap terlihat merekam video tarian untuk TikTok, meski para mahasiswi masih diwajibkan mengenakan seragam merah tradisional.

Sejak kemerdekaannya dari Uni Soviet pada 1991, Turkmenistan menganut prinsip "netral permanen" yang sangat kaku.

Namun, sejak Presiden Serdar Berdymukhamedov mengambil alih kekuasaan dari ayahnya pada 2022, mulai muncul tanda-tanda "pencairan" kebijakan.

Presiden Serdar lebih sering melakukan perjalanan luar negeri dibandingkan pendahulunya di pucuk pimpinan Turkmenistan.

Pemerintah Turkmenistan menyatakan niat untuk menyederhanakan rezim visa, bergabung dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), dan mendiversifikasi ekonomi yang selama ini didominasi sektor gas negara.

Beberapa diplomat Barat di Ashgabat merasakan adanya perubahan, meski lambat, yang didorong oleh pergantian generasi di elit penguasa.

Perubahan sosial juga merambah dunia olahraga dan seni. Muhammet Bayramgulyyev, seorang instruktur breakdance, mengenang masa mudanya saat tarian asal New York itu harus dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

"Tahun 2000-an, kami hanya bisa menonton breakdance lewat kaset video," kenangnya. Kini, kelas tari yang ia buka di studio modern selalu penuh peminat. "Kami ingin atlet Turkmenistan bertanding di kejuaraan dunia, bahkan di Olimpiade," tuturnya.

Namun, tantangan bagi investor asing untuk masuk ke Turkmenistan masih besar, karena faktanya sistem nilai tukar mata uang yang belum stabil dan politik yang tertutup,

(wiw)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |