Optimalkan ICA-CEPA, Airlangga Undang Investor Kanada ke Indonesia

3 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mendorong agar kegiatan Canada-ASEAN Business Council (CABC) Executive Dialogue memanfaatkan momentum menuju implementasi ICA-CEPA sebagai perjanjian dagang bilateral pertama Kanada dengan negara anggota ASEAN, sekaligus kemitraan ekonomi komprehensif pertama Indonesia dengan kawasan Amerika Utara.

ICA-CEPA resmi disepakati di Ottawa, Kanada pada 2025 lalu. Melalui perjanjian ini, Kanada akan menghapus atau menurunkan tarif pada lebih dari 90 persen pos tarifnya untuk produk Indonesia, sementara Indonesia akan melakukan hal serupa untuk hampir 86 persen pos tarif produk Kanada.

"ICA-CEPA adalah instrumen yang tepat, di waktu yang tepat," kata Menko Airlangga di Toronto, Kanada, Senin (14/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perjanjian ICA-CEPA turut membuka peluang kerja sama pada sektor-sektor yang saling melengkapi kekuatan kedua negara, antara lain hilirisasi mineral kritis seperti nikel dan bahan baterai, energi bersih dan terbarukan, agri-pangan dan perikanan berkelanjutan, infrastruktur, serta jasa keuangan dan digital.

Untuk itu, ia mengundang para investor dan pelaku usaha untuk menjajaki lebih jauh sektor-sektor tersebut, dengan penegasan bahwa Pemerintah Indonesia tengah aktif membangun kerangka kerja pendukung.

Saat ini, ICA-CEPA telah selesai diratifikasi oleh kedua negara dan tengah memasuki pembahasan pengaturan teknis lebih lanjut, termasuk terkait rules of origin.

Dalam sambutannya, Airlangga juga menyampaikan apresiasi kepada CABC sebagai jembatan dalam membangun hubungan bisnis yang lebih kuat antara perusahaan-perusahaan Kanada dan negara anggota ASEAN.

"Indonesia menawarkan pasar bagi investor Kanada dan ASEAN yang tidak hanya besar, tetapi stabil dan disiplin dalam mengelola pertumbuhannya," ujar Menko Airlangga.

Ia menilai, dialog bersama pelaku usaha seperti pada CABC adalah krusial, karena mereka yang akan menjadi ujung tombak perwujudan manfaat ICA-CEPA secara konkret begitu perjanjian ini berlaku efektif.

Airlangga mengingatkan, kesiapan dunia usaha perlu dibangun sejak dini.

"Dialog hari ini penting, karena pada akhirnya para pelaku usaha seperti anggota CABC-lah yang akan mewujudkan ICA-CEPA. Saya mendorong forum ini menjadi ajang pertukaran gagasan dua arah, dan juga berharap bahwa masukan yang diperoleh hari ini dapat diterjemahkan menjadi tindak lanjut yang konkret," katanya.

Pada rangkaian acara tersebut, Airlangga juga turut menyampaikan sambutan pada CABC Reception bersama Menteri Industri Kanada The Honourable Mélanie Joly, untuk mengajak lebih banyak investasi dari Kanada masuk ke Indonesia pada berbagai sektor strategis, mulai dari mineral kritis, transisi energi, ketahanan pangan, dan AI.

Kemudian, Airlangga membahas perkembangan kerja sama energi tenaga nuklir dengan CEO AtkinsRealis Ian L. Edwards, serta mendiskusikan penguatan kerja sama Indonesia-Kanada di sektor keuangan dengan CEO Sun Life, Kevin D. Strain.

Ajang CABC Executive Dialogue yang diselenggarakan di sela Canada Investment Summit, merupakan forum dialog yang bertujuan memperkuat hubungan antara pelaku usaha, investor, dan Pemerintah dari kawasan ASEAN dan Kanada.

(rea/rir)

Read Entire Article
| | | |