Trump Desak The Fed Turunkan Suku Bunga ke 1 Persen: Segera!

3 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mendesak bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed) agar menurunkan suku bunga menjadi 1 persen atau bahkan lebih rendah.

Desakan tersebut disampaikan Trump melalui akun Truth Socials pribadinya @realDonaldTrump.

Ia menilai suku bunga AS seharusnya berada di level tersebut karena AS merupakan negara dengan kualitas kredit terbaik di dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Suku bunga di Amerika Serikat seharusnya 1 persen atau lebih rendah karena kami adalah kredit terbaik di dunia, jauh melampaui yang lain," tulis Trump dalam unggahannya.

Trump juga menyinggung kondisi investasi di AS yang menurutnya tengah mengalami pertumbuhan pesat.

"Negara kami sedang mengalami ledakan investasi baru!" tulisnya.

Selain soal suku bunga, Trump menyoroti defisit perdagangan AS dengan sejumlah negara. Ia mengatakan AS dapat memperoleh sedikitnya US$1,5 triliun per tahun jika menghentikan perdagangan dengan seluruh negara yang mencatatkan defisit perdagangan dengan AS.

"Jika kami berhenti berdagang dengan setiap negara yang mengalami defisit perdagangan dengan kami, yang jumlahnya sebagian besar negara, kami akan menghasilkan setidaknya US$1,5 triliun per tahun," ujar Trump.

Trump kemudian menyebut defisit perdagangan sebagai bentuk kerugian bagi AS. Ia menilai AS selama ini menanggung beban perdagangan dengan hampir seluruh negara di dunia sehingga kondisi tersebut, menurutnya, tidak dapat terus berlangsung.

"Kata 'defisit' tidak lebih dari istilah yang terdengar canggih untuk menyebut kerugian," tulisnya.

Di akhir unggahannya, Trump kembali menyerukan agar suku bunga AS segera diturunkan.

"TURUNKAN SUKU BUNGA UNTUK AMERIKA SERIKAT, DAN SEGERA!" tulis Trump.

Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve/The Fed) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis point ke 3,75-4,00 persen pada Rabu (16/9).

Kenaikan ini merupakan yang pertama sejak 2023. The Fed juga mengisyaratkan masih ada peluang satu kali kenaikan suku bunga lagi hingga akhir tahun.

The Fed menegaskan kenaikan in merupakan bagian dari upaya menekan inflasi yang dipicu lonjakan harga minyak dan sejumlah faktor lainnya. Keputusan kenaikan suku bunga ini diambil dengan suara bulat 12-0 oleh anggota FOMC.

"Inflasi masih berada di level tinggi. Kebijakan yang diambil hari ini diharapkan dapat mendukung kembalinya inflasi ke target The Fed sebesar 2 persen secara lebih cepat," tulis The Fed dalam rilis resminya.

[Gambas:Video CNN]

(lau/pta)

Read Entire Article
| | | |