Panglima TNI Beri Santunan Prajurit Tewas di Lebanon Rp1,8 M

2 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan komitmen negara untuk menjamin seluruh hak dan masa depan keluarga prajurit yang tewas saat menjalankan tugas sebagai pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon.

Selain kenaikan pangkat, Agus memastikan memberi santunan masing-masing keluarga sebesar Rp1,8 miliar. Jumlah itu berasal dari beberapa pos, antara lain dari hak-hak para mendiang seperti tabungan asuransi, santunan risiko kematian khusus, beasiswa untuk anak, santunan kematian dari PBB, dana Watzah, TWP AD, personal accident hingga santunan gugur dari perbankan. 

Santunan untuk mendiang Kapten Zulmi Aditya Iskandar dan keluarga sebesar Rp1.894.648.236. Santunan untuk mendiang Sertu Muhammad Nur Ikhwan dan keluarga sebesar Rp1.846.309.049. Santunan untuk Praka Farizal Rhomadhon dan keluarga sebesar Rp1.854.075.205.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agus pun berkata TNI menjamin dukungan finansial dan pendidikan bagi ahli waris dari seluruh prajurit TNI dalam Satgas Kontingen Garuda yang gugur di Lebanon, akan diberikan secara maksimal.

"Yang pertama akan diberikan KPLB (Kenaikan Pangkat Luar Biasa) kepada seluruhnya, dan kemudian hak-hak yang lain dari Asabri (asuransi) mungkin Rp350 juta akan diberikan," ujar Agus selepas melayat ke rumah duka salah satu prajurit TNI yang gugur di Lebanon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar di Cimahi, Jawa Barat, Rabu (1/4).

Agus merinci bahwa negara juga memberikan beasiswa pendidikan sebesar Rp30 juta bagi anak almarhum, dengan komitmen pengawalan proses sekolah hingga dewasa.

Dari sisi kesejahteraan keluarga, Agus mengatakan TNI juga akan memberikan gaji penuh sebesar 100 persen selama 12 bulan ke depan, ditambah tabungan hari tua yang dihitung sejak awal masa dinas militer.

Terkait proses repatriasi, Panglima TNI menyatakan pihaknya tengah berkoordinasi intensif untuk memulangkan jenazah ke tanah air.

"Akan segera kita urus pemulangan ke Indonesia. Sedang diurus oleh Komandan PMPP (Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian)," ucapnya.

Sementara itu, mengenai kondisi prajurit lain yang terluka dalam serangan pada misi perdamaian di Lebanon tersebut, Agus mengonfirmasi bahwa mereka telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit setempat.

"Sudah ada di rumah sakit, sudah dirawat dengan baik, dan kita doakan semuanya cepat pulih," tutur Agus.

Sebelumnya, tiga personel TNI dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dikabarkan gugur saat bertugas di Lebanon pada Maret 2026 ini.

Berdasarkan data TNI, mereka yang gugur adalah Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, dan Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar.

Fahrizal meninggal akibat serangan artileri tidak langsung di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, Minggu (29/3). Sedangkan Nur Ichwan dan Zulmi meninggal akibat ledakan kendaraan di dekat Bani Haiyyan, Senin (30/3).

(tim/antara/wis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |