CNN Indonesia
Kamis, 26 Mar 2026 10:48 WIB
Ilustrasi. Sejumlah pelaku bisnis kapal charter harus melakukan beberapa penyesuaian imbas sistem kuota pengunjung yang ditetapkan Balai Taman Nasional Komodo (BTNK). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pembatasan kuota wisatawan di Taman Nasional (TN) Komodo, Labuan Baju, Nusa Tenggara Timur (NTT) berdampak terhadap industri kapal charter.
Salah satu yang terdampak adalah Komodo Luxury, yang telah beroperasi sejak 2015 lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemberlakuan kuota membuat perusahaan menyesuaikan jadwal pelayaran dan mengurangi frekuensi kunjungan ke titik-titik populer di dalam TN Komodo.
"Kami harus merencanakan ulang itinerary secara menyeluruh. Slot kunjungan yang terbatas berarti tidak semua tamu bisa mengakses destinasi yang sama dalam satu trip," tulis keterangan perusahaan yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (26/3).
Selain pembatasan jumlah pengunjung harian, larangan navigasi malam di 10 zona maritim TN Komodo juga dinilai turut menambah kompleksitas operasional. Operator harus menghitung ulang durasi pelayaran dan titik sandar malam. Hal ini berdampak pada biaya bahan bakar dan logistik.
Untuk mengatasinya, Komodo Luxury memberlakukan diversifikasi rute. Perusahaan mulai menawarkan paket pelayaran ke Raja Ampat, Papua Barat Daya hingga menjajaki rute ke Kepulauan Alor dan perairan Sumbawa.
"Diversifikasi bukan sekadar respons terhadap kuota, tetapi bagian dari rencana jangka panjang Komodo Luxury untuk memperluas cakupan operasi di Indonesia Timur," tulis keterangan perusahaan.
Pemain lain menunjukkan respons berbeda. AYANA Lako dj'a, misalnya, lebih mengandalkan eksklusivitas pengalaman dan tidak secara eksplisit mengubah rute. Sementara sejumlah operator kecil dilaporkan mulai mengalihkan rute ke Alor dan Sumbawa sebagai alternatif.
Industri kapal charter sendiri telah tumbuh pesat selama lima tahun terakhir, mengikuti lonjakan minat terhadap wisata bahari Indonesia. Indonesia sendiri menjadi salah satu pasar kapal charter terbesar di Asia.
Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) memberlakukan sistem kuota pengunjung harian. Ditetapkan, kuota maksimal berjumlah 1.000 pengunjung per hari.
Angka tersebut turun 40 persen dari rata-rata pengunjung haruan yang sebelumnya mencapai 1.600 orang.
Masa uji coba sistem kuota telah mulai diuji coba sejak Januari hingga Maret 2026. Rencananya, sistem baru ini bakal resmi berlaku mulai 1 April 2026.
Nantinya, seluruh pengunjung dan pelaku usaha yang berkunjung ke TN Komodo wajib melakukan reservasi melalui aplikasi SiOra. Reservasi paling lambat dilakukan H-1 sebelum hari kunjungan dengan mempertimbangkan ketersediaan kuota harian.
Sementara itu, sistem berbeda berlaku bagi kunjungan ke Padar Selatan. Kunjungan dibagi berdasarkan sesi, yang terbagi ke dalam tiga sesi dengan maksimal masing-masing 330 pengunjung.
Sesi pertama pukul 05.00-08.00 WITA dengan maksimal 330 pengunjung. Dilanjut dengan sesi kedua pukul 08.00-11.00 WITA dan sesi ketiga pada pukul 15.00-18.00 WITA.
(asr)
Add
as a preferred source on Google


















































