Tito Minta Pendataan Sekolah dan Rumah Ibadah Rusak di NTT Dipercepat

3 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (Pemda) di Nusa Tenggara Timur (NTT) mempercepat pendataan rumah ibadah dan sekolah yang rusak akibat bencana gempa beberapa waktu lalu.

Hal ini disampaikan Tito usai melihat langsung salah satu masjid yang roboh di Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Senin (17/8).

Pendataan atas tingkat kerusakan kedua fasilitas penting tersebut menjadi acuan kementerian terkait untuk bergerak cepat melakukan penanganan sekaligus agar kebutuhan pendidikan dan rohani masyarakat terpenuhi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pak Bupati, tolong, Pak didatakan juga sekolah-sekolah dan rumah ibadah, berapa jumlah SD, SMP, SMA, atau PAUD. Setelah itu, tingkat kerusakannya ringan, sedang, berat. Secepat mungkin, makin cepat didata, makin cepat juga kita bergerak," ujar Tito.

Berdasarkan pengalaman, Tito menyebut Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) termasuk yang sigap dalam menangani persoalan pendidikan di wilayah terdampak bencana.

Di depan warga, Tito menceritakan pascabencana tanah longsor yang menerjang Sumatera (Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat), sebanyak 4.922 sekolah rusak. Namun, saat ini hampir semua bangunan sekolah sudah direhabilitasi dan direkonstruksi.

"Di Sumatera itu 4.922 sekolah yang rusak. Itu sebagian besar sudah 80-90 persen sudah jalan semua operasional (rehabilitasi dan rekonstruksi)," jelasnya.

Sebagai salah satu kebutuhan dasar masyarakat, Tito memastikan pemerintah pusat sangat peduli terhadap keberlanjutan pendidikan para siswa di wilayah bencana. Jika bangunan sekolah mengalami kerusakan berat, Kemendikdasmen bisa mengirimkan tenda darurat sembari merehabilitasi bangunan yang rusak.

"Tapi yang utama kita harus mikirin gimana caranya agar proses belajar-mengajarnya tetap berjalan. Nah, itu di Kemendikdasmen mereka sudah punya peralatannya. Ya tendanya, kursi lipatnya, segala macam supaya bisa berjalan," terang Mendagri.

Setelah berkeliling dan berinteraksi dengan penyintas gempa di posko pengungsian, ia juga menyempatkan diri menyambangi SMP Abdurrahman Wahid, salah satu sekolah yang mengalami kerusakan parah di Kecamatan Lamba Leda Utara.

Di sekolah yang terletak di pesisir utara Manggarai Timur tersebut, ia menyerahkan santunan pribadi secara langsung kepada pengurus sekolah.

(inh)

Read Entire Article
| | | |