Jakarta, CNN Indonesia --
TNI Angkatan Udara (AU) buka suara soal keterlibatan dalam pembekalan bagi penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama (Marsma) I Nyoman Suadnyana mengonfirmasi pihaknya memfasilitasi pelaksanaan program Persiapan Keberangkatan (PK) yang diselenggarakan oleh LPDP di Lanud Halim Perdanakusuma mulai Senin (4/5) hingga Sabtu (9/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Program tersebut diikuti oleh calon penerima beasiswa dan penerima beasiswa LPDP jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3), baik untuk studi dalam maupun luar negeri, sebagai bagian dari pembekalan sebelum memasuki masa studi," kata Nyoman saat dihubungi, Selasa (5/5).
Ia menjelaskan materi yang diberikan kepada para peserta difokuskan pada penguatan kesiapan mental, kedisiplinan, kepemimpinan, cinta tanah air, serta pembentukan karakter.
Nyoman membantah para peserta mendapat latihan baris-berbaris.
"Dengan pemateri yang berasal dari berbagai instansi pemerintahan termasuk personel Lanud Halim, diminta untuk mengisi sesuai permintaan," kata dia.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto menjelaskan pelibatan TNI untuk menggembleng penerima beasiswa LPDP.
Ia beralasan pelibatan institusi pertahanan negara itu adalah agar para penerima beasiswa tidak mengalami gegar budaya alias culture shock saat berkuliah di luar negeri.
Selain itu, menurutnya TNI juga akan memberikan penguatan nilai-nilai kebangsaan serta pelatihan disiplin bagi para penerima beasiswa.
"Supaya mereka tidak culture shock dan semacamnya. Termasuk disiplin. Penguatan kebangsaan juga ada," ujarnya kepada wartawan dikutip dari 20Detik, Minggu (3/4).
(kid/yoa/kid)
Add
as a preferred source on Google


















































