Turis Asing Januari-Maret 2026 Capai 3,4 Juta, Tertinggi Sejak Pandemi

8 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada kuartal I 2026 mencatat capaian tertinggi sejak pandemi.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan total kunjungan wisman sepanjang Januari hingga Maret 2026 mencapai 3,44 juta kunjungan atau meningkat 8,62 persen dibandingkan periode yang sama 2025.

"Capaian kunjungan wisman pada bulan Januari sampai Maret tahun 2026 ini merupakan capaian tertinggi sejak tahun 2020 yang lalu," ujar Ateng dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta Pusat, Senin (4/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada Maret 2026, jumlah kunjungan wisman tercatat sebanyak 1,09 juta kunjungan. Angka ini terdiri dari 930.497 kunjungan melalui pintu masuk utama dan 157.669 kunjungan melalui pintu perbatasan.

Secara bulanan, pada Maret 2026, jumlah kunjungan turun 6,17 persen. Namun, secara tahunan meningkat 10,50 persen.

Ateng menjelaskan wisatawan asal Malaysia masih menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 17,14 persen. Lalu, disusul wisatawan asal Australia sebesar 12,01 persen dan Singapura 9,45 persen.

BPS mencatat penurunan kunjungan dari Malaysia dan Singapura secara bulanan karena periode Ramadan, Idul Fitri, serta berakhirnya libur Imlek pada Februari 2026.

Sementara itu, kunjungan wisatawan asal Australia justru meningkat signifikan sebesar 21,67 persen.

Peningkatan ini didorong pembukaan dua rute penerbangan langsung dari Australia ke Bali pada 23 dan 25 Maret 2026.

Jika dibandingkan Maret 2025, kunjungan dari Malaysia, Australia, dan Singapura sama-sama mengalami peningkatan.

Berdasarkan pintu masuk, Bandara Ngurah Rai, Bali, menjadi gerbang utama dengan dominasi wisatawan asal Australia.

Dari sisi pengeluaran, rata-rata belanja wisman pada triwulan I 2026 mencapai US$1.345,61 per kunjungan. Angka ini meningkat dibandingkan triwulan IV 2025 maupun periode yang sama tahun lalu.

Adapun komposisi pengeluaran terbesar digunakan untuk akomodasi sebesar 37,23 persen. Kemudian diikuti belanja makanan dan minuman sebesar 20,17 persen serta belanja cinderamata sebesar 11,06 persen.

[Gambas:Youtube]

(dhz/sfr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |