Waktu Terbaik Liburan ke Labuan Bajo, Kapan?

3 hours ago 2

CNN Indonesia

Selasa, 18 Agu 2026 14:00 WIB

Sejumlah wisatawan menggunakan sekoci menuju kapal phinisi untuk melanjutkan perjalanan wisata ke kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (7/5/2026). Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) n Waktu terbaik berlibur ke Labuan Bajo. (ANTARA FOTO/GECIO VIANA)

Jakarta, CNN Indonesia --

Labuan Bajo menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan dari berbagai belahan dunia. Kawasan ini menawarkan beragam aktivitas, mulai dari trekking sambil menikmati panorama di Pulau Padar, melihat komodo di Pulau Komodo dan Pulau Rinca, hingga snorkeling dan diving di perairan jernih Pulau Kanawa.

Tidak ada patokan khusus kapan wisatawan harus berkunjung karena Labuan Bajo dapat dieksplorasi sepanjang tahun. Meski demikian, waktu liburan tetap perlu dipertimbangkan, terutama bagi wisatawan yang ingin menjelajahi pulau-pulau di sekitarnya menggunakan kapal.

Kondisi cuaca dan laut dapat menentukan nyaman atau tidaknya perjalanan menuju berbagai destinasi tersebut. Karena itu, memilih waktu liburan bukan sekadar mencari tanggal yang sesuai, tetapi juga menyesuaikannya dengan aktivitas yang ingin dilakukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, kapan waktu terbaik untuk liburan ke Labuan Bajo?

April-Oktober jadi periode yang bisa dipertimbangkan

Melansir laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Nusa Tenggara termasuk wilayah yang relatif lebih awal memasuki musim kemarau.

Pada 2026, sebagian wilayah Indonesia diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada April hingga Juni. Sementara itu, puncak musim kemarau di banyak wilayah diperkirakan terjadi pada Agustus.

Dengan pola tersebut, April hingga Oktober secara umum dapat menjadi periode yang lebih mendukung untuk mengeksplorasi Labuan Bajo, terutama bagi wisatawan yang ingin banyak melakukan aktivitas di luar ruangan.

Jika ingin mencari periode yang relatif nyaman tanpa harus datang tepat saat puncak musim kemarau, Mei-Juni dan September-Oktober dapat dipertimbangkan.

Pada Mei-Juni, wilayah Nusa Tenggara umumnya telah memasuki periode yang lebih kering. Kondisi cuaca yang relatif mendukung dapat membuat wisatawan lebih leluasa menjalankan berbagai aktivitas luar ruangan.

Sementara itu, September-Oktober masih berada dalam periode kemarau, meski sejumlah wilayah mulai mendekati masa peralihan musim.

Kedua periode tersebut dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati Labuan Bajo dengan agenda cukup padat, mulai dari island hopping dan trekking hingga berbagai aktivitas di laut.

Perhatikan kondisi laut sebelum naik kapal

Bukan hanya hujan dan panas yang perlu diperhatikan ketika berlibur ke Labuan Bajo. Kondisi laut juga penting, terutama jika perjalanan mencakup wisata menggunakan kapal menuju pulau-pulau di sekitar Taman Nasional Komodo.

BMKG Maritim menyediakan prakiraan khusus untuk wilayah Pelabuhan Labuan Bajo. Informasi tersebut mencakup kondisi cuaca, angin, tinggi gelombang, hingga jarak pandang.

Prakiraan ini penting diperiksa menjelang keberangkatan karena kondisi laut dapat memengaruhi kenyamanan dan keamanan perjalanan menggunakan kapal.

Jadi, meski sudah memilih bulan yang secara klimatologis cenderung lebih kering, wisatawan tetap tidak boleh mengabaikan prakiraan cuaca harian. Perubahan kondisi cuaca tetap mungkin terjadi sehingga rencana perjalanan perlu disiapkan secara fleksibel.

Waktu terbaik tergantung aktivitas

Waktu terbaik untuk mengunjungi Labuan Bajo pada akhirnya bergantung pada aktivitas yang ingin dilakukan. Aktivitas luar ruangan dan perjalanan laut, misalnya, lebih dipengaruhi oleh kondisi hujan, angin, dan gelombang.

Musim hujan masih memungkinkan untuk berwisata, tetapi lebih cocok bagi wisatawan yang fleksibel dengan itinerary dan tidak keberatan jika beberapa rencana harus disesuaikan dengan kondisi cuaca.

Sementara itu, bagi wisatawan yang ingin melakukan wisata laut, kondisi aktual sebaiknya menjadi pertimbangan utama. Prakiraan angin dan gelombang dari BMKG dapat diperiksa menjelang perjalanan, bukan hanya mengandalkan bulan keberangkatan.

Dengan demikian, liburan ke Labuan Bajo bukan hanya soal memilih tanggal di kalender. Wisatawan juga perlu memastikan kondisi alam cukup bersahabat dengan aktivitas yang telah direncanakan agar perjalanan tetap nyaman.

(anm/tis)

placeholder

Read Entire Article
| | | |