2 Kapal AS Mulai Misi Sapu Ranjau di Selat Hormuz, Tapi Dibantah Iran

7 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Dua kapal perusak Amerika Serikat mulai melakukan pembersihan ranjau di Selat Hormuz, sehari setelah Presiden Donald Trump menyatakan AS akan memblokir jalur perairan tersebut.

USS Frank E. Peterson dan USS Michael Murphy disebut telah melintasi selat dan beroprasi di Teluk Persia, sebagai bagian dari misi untuk memastikan Selat Hormuz bebas dari ranjau laut yang diklaim ditanam oleh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).

"Hari ini kami memulai proses untuk membangun jalur baru," kata Komandan CENTCOM, Brad Cooper.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami akan segera membagikan jalur aman ini kepada industri maritim untuk mendorong arus perdagangan yang bebas," ujarnya, dikutip dari laman resmi Kementerian Perang AS.

Menurut pejabat AS seperti dilansir New York Times, dua kapal AL itu berlayar dari Teluk Oman sebelum memasuki Selat Hormuz, dan kemudian berbalik arah.

Dua kapal itu juga menghancurkan sebuah drone pengintai Iran, yang mendekati salah satu kapal. Drone itu diduga dikerahkan untuk memberi sinyal ancaman terhadap kapal perang AS.

Meski para pejabat AS mengatakan drone pengintai itu bukan ancaman langsung, namun Angkatan Laut memutuskan tidak ingin Iran melacak pergerakan kapal-kapal tersebut.

Sementara dalam pernyataan terpisah, Iran membantah keras bahwa kapal perang AS telah memasuki jalur perairan internasional itu.

Juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, menegaskan angkatan bersenjata Iran masih mengendalikan jalur air tersebut.

Iran sebelumnya setuju untuk membuka kembali Selat Hormuz untuk lalu lintas pelayaran, sebagai bagian dari gencatan senjata dua pekan dengan AS. Namun proses itu berjalan lambat, AS menuding Iran tak dapat menemukan semua ranjau dan tidak memiliki kemampuan untuk menyingkirkannya.

(dna)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |