Apa Beda Super Flu, Influenza, dan Covid-19?

2 hours ago 2

CNN Indonesia

Rabu, 11 Feb 2026 07:30 WIB

Sekilas super flu, influenza, dan Covid-19 menunjukkan gejala serupa. Namun ketiganya punya perbedaan. Ilustrasi. Apa beda super flu, influenza, dan Covid-19? Sekilas serupa tapi sebenarnya ketiganya berbeda. (Getty Images/wichayada suwanachun)

Jakarta, CNN Indonesia --

Belakangan Influenza (H3N2) subclade K alias super flu cukup menyita perhatian. Namun apa beda super flu, influenza, dan Covid-19?

Beberapa waktu lalu, dua orang dilaporkan positif super flu. Infeksi yang berstatus outbreak di India ini kian mengkhawatirkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akan tetapi, Kementerian Kesehatan menyebut varian super flu bukan varian yang mendominasi kasus influenza di Indonesia melainkan varian H1.

"Di satu minggu terakhir itu malah yang ada itu adalah yang sub-tipe H1. Jadi bukan H3," ujar Pria di Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat, Senin (19/1), melansir detikhealth.

Beda super flu, influenza, dan Covid-19

Sekilas super flu, influenza, dan Covid-19 menunjukkan gejala serupa. Gejala tidak jauh dari masalah saluran pernapasan seperti batuk, sakit tenggorokan,lalu demam dan kadang disertai kelelahan.

Menurut dokter spesialis paru Agus Dwi Susanto, super flu masih termasuk influenza musiman. Namun proses mutasi membuat super flu lebih agresif dibanding flu biasa.

Perbedaan mencolok ada pada keparahan gejala. Keluhan super flu bisa jauh lebih intens ketimbang flu biasa.

"Gejalanya bisa berupa demam tinggi sampai 39-41 derajat Celcius, nyeri otot hebat, sakit kepala berat, kelelahan ekstrem, dan batuk kering," kata Agus.

Kemudian super flu dan influenza berbeda dalam hal durasi sakit. Orang dapat pulih dari flu dalam waktu 3-5 hari, sedangkan super flu bisa lebih lama.

Selain itu yang patut jadi perhatian adalah risiko komplikasi. Agus mengingatkan bahwa super flu bersifat agresif. Komplikasi rentan terjadi pada kelompok anak-anak dan orang tua.

"Virus bisa turun ke paru dan menimbulkan peradangan. Itu bisa menjadi pneumonia virus, bahkan bisa terjadi superinfeksi dengan bakteri," jelasnya.

Beda super flu, influenza, dan Covid-19, pada Covid-19 penyebabnya dari kelompok virus berbeda. Covid-19 disebabkan infeksi coronavirus. Coronavirus atau Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) merupakan hasil mutasi dari virus Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Covid-19 menimbulkan gejala menyerupai flu seperti, demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Gejala dapat hilang dengan sendirinya atau bisa memberat.

Gejala Covid-19 yang lebih berat biasanya berupa batuk berdahak, sesak napas, dan nyeri dada.

(els)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |