CNN Indonesia
Rabu, 11 Feb 2026 09:00 WIB
Ilustrasi. Ada sejumlah situasi penting yang membuat orang cerdas justru diam saja saat menghadapinya. (Istock/Tero Vesalainen)
Jakarta, CNN Indonesia --
Ada beberapa situasi penting yang terkadang membuat kita ingin mengungkapkan opini atau argumen kita saat itu juga. Namun orang cerdas akan tahu kapan harus diam di situasi tertentu.
Misalnya, ketika menghadapi orang yang sedang marah, harus ditangani dengan cara tertentu agar situasi tidak makin memburuk. Ketika sedang emosi, orang tidak akan berpikir jernih dan akan memaksakan pendapatnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Orang yang cerdas akan sangat tahu menanganinya, yakni dengan sesederhana diam dan mendengarkan.
Situasi ketika orang cerdas memilih untuk diam
Nah, jadi pada situasi apa saja orang cerdas akan memilih untuk diam? Ini dia daftarnya, seperti dikutip dari VegOut:
1. Ketika seseorang sedang melampiaskan emosi
Saat teman atau kerabat sedang menceritakan kekesalannya terhadap Anda, insting pertama yang muncul pasti ingin menyelesaikan masalah mereka. Namun terkadang orang tak ingin diberi solusi, tetapi validasi.
Ketika emosi orang sedang meluap, ia perlu memproses perasaan sebelum dapat memikirkan solusi. Orang cerdas akan diam dan memberikan mereka ruang untuk mengekspresikan diri.
2. Saat sedang marah
Orang yang cerdas akan cenderung diam saat sedang marah. Ketimbang mengatakan sesuatu yang dapat menyakitkan hati, mereka memilih untuk diam. Setelah tenang, mereka akan memulai pembicaraan untuk membahas masalah.
Ketika sedang marah, kita cenderung merasa sangat fasih berbicara saat itu juga. Padahal sebenarnya ucapan kita sama tidak koherennya dengan orang mabuk.
3. Saat terjadi perdebatan sengit
Perdebatan sengit bisa terjadi kapan pun dan di mana pun. Entah itu di ruang rapat atau saat makan malam keluarga.
Anda mungkin sudah menyiapkan sejumlah argumen untuk serangan balik. Namun jika Anda cerdas, Anda akan menyadari bahwa tak semua "pertempuran" layak untuk diperjuangkan.
Ketika seseorang sudah sangat teguh dengan apa yang diyakininya, terutama saat emosi sedang tinggi, argumen Anda tidak akan mengubah pikiran mereka. Pada saat ini, orang cerdas akan memilih perdamaian ketimbang melanjutkan debat kusir.
4. Saat orang sedang mengorek-orek gosip
Dalam pekerjaan ataupun pertemanan, setidaknya kita memiliki satu teman yang sering memulai gosip. Mereka akan mencari tahu apa yang Anda tahu, lalu menyebarkan gosip ke orang lain.
Orang cerdas tentu akan paham bahwa gosip itu ibarat makanan cepat saji. Rasanya enak saat ditelan, tetapi akan merasa jijik setelahnya.
Ketimbang memberikan informasi tambahan kepada orang yang sedang mengorek-orek gosip, orang cerdas akan diam saja.
5. Saat tidak mengetahui semua fakta
Kehadiran media sosial dan cepatnya informasi bergulir, membuat setiap orang menjadi ahli instan dalam segala hal. Namun orang cerdas yang juga bijaksana, tentu tidak ingin memberikan informasi salah ketika tidak mengetahui keseluruhan topik yang dibahas.
Orang cerdas akan mengakui tidak menguasai suatu bidang atau topik, ketimbang banyak bicara tetapi memberikan informasi kosong. Orang lain pun akan lebih menghargai kejujuran ini.
6. Saat orang lain sedang merayakan momennya
Terkadang ada saja berita baik di sekitar kita, baik itu rekan kerja yang baru saja dapat promosi atau saudara mengumumkan kehamilannya. Anda mungkin ingin memberikan satu atau dua petuah karena punya cerita relevan, tetapi sebaiknya jangan berkata apa pun.
Orang-orang yang cerdas memahami bahwa terkadang cara terbaik untuk menunjukkan dukungan, yakni dengan hadir dalam momen sukacita. Mereka tak perlu merasa harus ikut jadi "bintang utama" dalam momen tersebut.
Belajar kapan harus diam bukanlah tentang menjadi pasif atau lemah. Orang cerdas tahu kapan harus menekan ego dan memilih untuk diam.
(rti)

















































