Audero usai Dilempar Flare: Telinga Saya Sakit, Lutut Seperti Terbakar

3 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero mengaku lega tidak cedera parah usai menjadi korban insiden pelemparan flare di tengah pertandingan Cremonese melawan Inter Milan di Stadion Giovanni Zini pada Senin (2/2) dini hari WIB.

Audero menjadi sasaran pelemparan flare pada awal babak kedua. Audero terjatuh sambil memegang telinga. Setelah sempat mendapat perawatan, Audero bisa melanjutkan pertandingan hingga usai.

Dalam rekaman video yang diunggah melalui akun resmi klub, Audero menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mengirimkan dukungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun merasakan nyeri di telinga dan sensasi terbakar di lutut akibat ledakan tersebut, ia menegaskan bahwa situasinya bisa jauh lebih buruk jika flare itu berada pada posisi yang lebih berbahaya.

"Kondisi saya baik-baik saja, meskipun saya merasakan sakit yang hebat di telinga dan sensasi terbakar di lutut saya," ungkap Audero yang dilansir dari Football Italia.

"Saya masih bisa berlatih hari ini dan merasa lega, karena setelah melihat rekamannya, situasinya bisa benar-benar lebih buruk. Saya senang semuanya berjalan lancar," ujar Audero dalam pernyataannya.

Insiden ini tak hanya membawa dampak fisik ringan bagi Audero, tetapi juga memicu reaksi keras dari pihak klub, pemain, dan fans di Italia.

Dalam postingan resmi klub Cremonese, manajemen menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut dan telah menyerukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku yang melempar flare. Inter Milan, melalui akun resmi mereka di X (Twitter), juga menyampaikan permintaan maaf atas ulah oknum suporter yang menyebabkan gangguan serius dalam jalannya pertandingan.

Kejadian ini memunculkan kembali perdebatan soal keamanan stadion di kompetisi elite Eropa. Audero pun berharap kejadian serupa tidak akan terulang lagi di masa depan.

"Sayangnya, hal-hal ini masih terjadi, tetapi saya berharap hal ini akan berhenti di masa mendatang. Saya berterima kasih kepada semua yang telah menulis surat kepada saya dan mengirimkan pelukan," ungkap kiper Cremonese tersebut.

[Gambas:Video CNN]

(ade/ptr)

Read Entire Article
| | | |