RI Kejar Transisi Energi, Target Puncak Emisi Tak Lewat 2030

2 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah terus memacu percepatan transisi energi untuk memastikan puncak emisi nasional tidak bergeser melewati 2030. Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan energi baru terbarukan (EBT) serta transformasi sektor transportasi, termasuk percepatan adopsi kendaraan listrik.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menegaskan, pemerintah harus bekerja keras dalam lima tahun ke depan agar puncak emisi tetap tercapai sesuai target yang telah ditetapkan.

"Kita akan berusaha mewujudkan net zero emission itu sampai dengan 2060 dan kalau kita lihat, kita 5 tahun ini harus sangat berusaha agar titik puncak emisinya tidak bergerak lebih dari 2030," ujar Eniya dalam EVolution Indonesia Forum yang diselenggarakan oleh CNN Indonesia, Selasa (3/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengingatkan, apabila puncak emisi bergeser lebih dari 2030, maka beban upaya penurunan emisi akan menjadi jauh lebih berat. Hal tersebut berpotensi memperpanjang dan memperdalam langkah mitigasi yang harus dilakukan pemerintah.

"Jadi titik puncaknya kalau bergerak ke 2035 upaya untuk menurunkan emisi akan lebih effort-nya lebih panjang lagi, lebih kuat lagi," kata Eniya.

Dalam konteks tersebut, Eniya menegaskan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) menjadi salah satu instrumen utama pemerintah dalam menekan emisi, sejalan dengan arah kebijakan nasional dan visi Astacita yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto.

"Nah, dari sini kita berharap salah satunya electric vehicle menjadi salah satu tools untuk menurunkan emisi ini," jelasnya.

Menurut Eniya, pengembangan EV tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari strategi besar penurunan emisi lintas sektor, khususnya di sektor transportasi yang selama ini menjadi salah satu penyumbang emisi karbon.

"Selain itu berbagai mandatori di sektor transportasi tentang mandatori biofuel, lalu penggunaan mungkin nanti bahan bakar yang tidak menggunakan karbon, termasuk ada amonia, ada hidrogen ke depan, termasuk nuklir itu kita garis bawahnya menjadi satu tools," terangnya.

Eniya menambahkan, pemerintah juga terus mendorong bauran energi bersih di sektor ketenagalistrikan agar elektrifikasi transportasi, termasuk EV, benar-benar ditopang oleh sumber energi rendah emisi.

"Nah, di sektor ketenagalistrikan saat ini kalau kita melihat bauran energi mix nasional, di 2025 semester 1 kemarin kita bisa mencapai 16 persen energi mix nasional itu," ucapnya.

Dengan strategi tersebut, pemerintah berharap percepatan transisi energi tidak hanya menjaga komitmen penurunan emisi, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi hijau nasional menuju target net zero emission 2060.

"Jadi ini cukup bagus untuk nanti menggerakkan karena semua grip bisa menyalurkan listrik ke sektor transportasi dan kita berharap berbagai upaya untuk mendorong hadirnya kendaraan listrik ini bisa dipercepat," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/ins)

Read Entire Article
| | | |