Bikin Onar Lagi, Menteri Israel Serbu Al Aqsa dan Klaim Milik Sendiri

2 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir menyatakan bahwa ia merasa seperti pemilik Masjid Al Aqsa di Kota Tua Yerusalem.

Hal itu diungkapkan Ben Gvir saat menerobos masuk ke kompleks Masjid Al Aqsa lagi membawa rombongan warga Israel Yahudi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

 "Hari ini saya merasa seperti pemilik di sini," ujar Ben Gvir dalam sebuah video yang diputar di lokasi itu seperti dikutip Middle East Eye.

"Banyak yang harus dilakukan dan diperbaiki. Saya terus mendorong Perdana Menteri Israel (Benjamin Netanyahu) untuk melangkah lebih jauh," tambah dia.

Ia juga akan berencana memberikan akses yang lebih luas kepada para jamaah Yahudi yang meningkat di wilayah tersebut ke kompleks Al Aqsa. Padahal, berdasarkan status quo, umat Yahudi dilarang beribadah di kompleks masjid.

Juru bicara Ben Gvir mengatakan atasanya itu sedang mengupayakan izin berdoa bagi pengunjung Yahudi. Ia juga mengatakan Ben Gvir telah berdoa di lokasi itu.

Sementara itu, Yordania sebagai otoritas yang bertanggung jawab atas Masjid Al Aqsa menilai kunjungan Ben Gvir ke masjid itu sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan status quo dan penodaan terhadap kesuciannya dan provokasi yang tidak dapat diterima.

Kantor Presiden Palestina Mahmoud Abbas juga buka suara, memperingatkan tindakan itu dapat semakin memperkeruh stabilitas kawasan.

[Gambas:Video CNN]

Masjid Al Aqsa yang berada di kompleks Kota Tua Yerusalem merupakan situs suci bagi umat Islam.

Selain itu, situs itu juga dikenal oleh umat yahudi sebagai lokasi bekas Bait Suci, situs suci dalam Yudaisme.

Berdasarkan kesepakatan yang berlaku, situs itu dikelola oleh otoritas keagamaan Yordania, sementara pengunjung Yahudi diperbolehkan datang, tetapi tidak diizinkan untuk berdoa.

Namun, Israel kerap dituduh melanggar kesepakatan itu, termasuk dengan mengizinkan doa dan kunjungan kelompok ultranasionalis tanpa persetujuan Palestina.

Meskipun kepala rabinat Israel melarang doa Yahudi di lokasi itu, kelompok ultranasionalis semakin sering memasuki kompleks dan beribadah dengan dukungan sejumlah pejabat, termasuk Ben Gvir.

Awal pekan ini, Israel kembali membuka akses ke Masjid Al-Aqsa setelah penutupan selama lebih dari 40 hari yang melarang warga Palestina masuk, termasuk saat Ramadan, Idul Fitri, dan salat Jumat.

Otoritas Israel juga kembali mengizinkan kunjungan hampir setiap hari oleh kelompok ultranasionalis ke kawasan itu, dengan durasi yang diperpanjang.

(rnp/rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |