Jakarta, CNN Indonesia --
Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Dana Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Dony Oskaria mewajibkan sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) sektor pelayaran untuk membeli kapal buatan PT PAL Indonesia (Persero).
BUMN yang masuk sektor pelayaran antara lain PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), PT ASDP Indonesia Ferry (ASDP), dan PT Pertamina International Shipping (PIS).
"Tahun ini kita melakukan merger lima perusahaan perkapalan kita menjadi PT PAL dan harus selesai. Kuartal I 2026, saya mewajibkan Pelni, ASDP, dan PIS membangun kapalnya di PT PAL," ujar Dony dalam acara CNBC Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dony mengatakan kewajiban tersebut akan mulai berlaku pada kuartal I 2026, seiring dengan rencana konsolidasi industri galangan kapal nasional.
"Tahun ini kita melakukan merger lima perusahaan perkapalan kita menjadi PT PAL dan harus selesai quarter 1 tahun 2026,"
Menurut Dony, langkah tersebut bertujuan untuk menghidupkan kembali industri perkapalan nasional, sekaligus memperkuat rantai pasok industri strategis di dalam negeri.
"Tujuannya sama, supaya industri menjadi hidup," tegasnya.
Ia menilai konsolidasi galangan kapal BUMN dan kepastian permintaan dari perusahaan pelayaran pelat merah akan menciptakan skala ekonomi, meningkatkan utilisasi kapasitas produksi, serta memperkuat daya saing industri maritim nasional ke depan.
"Kalau itu dilakukan tidak dengan keberpihakan terhadap industri kita, ini tidak akan terjadi dampak ekonominya," pungkasnya.
(lau/pta)
















































