Mediasi Praperadilan Blake Lively dan Justin Baldoni Gagal

2 hours ago 2

CNN Indonesia

Kamis, 12 Feb 2026 23:30 WIB

Mediasi yang menjadi bagian dari praperadilan Blake Lively melawan Justin Baldoni dikabarkan tidak membuahkan hasil alias gagal. Mediasi yang menjadi bagian dari praperadilan Blake Lively melawan Justin Baldoni dikabarkan tidak membuahkan hasil alias gagal. (AFP/TIMOTHY A.CLARY/ANGELA WEISS)

Jakarta, CNN Indonesia --

Mediasi yang menjadi bagian dari praperadilan Blake Lively melawan Justin Baldoni dikabarkan tidak membuahkan hasil alias gagal. Mediasi tersebut digelar di Pengadilan Daniel Patrick Moynihan di Manhattan, New York City, pada Rabu (11/2) waktu setempat.

Dalam kesempatan tersebut, baik Baldoni maupun Lively hadir. Bahkan keduanya juga muncul dengan pakaian kompak, yakni kombinasi hijau zaitun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sidang tertutup di Manhattan dipimpin oleh Hakim Magistrat AS Sarah L. Cave itu adalah pertama kalinya Blake Lively dan Justin Baldoni saling berhadapan di pengadilan sejak konflik hukum mereka dimulai pada Desember 2024.

Namun menurut pengacara Baldoni, Bryan Freedman, upaya untuk mencapai kesepakatan prasidang yang digelar hari tersebut dinyatakan "tidak berhasil".

Meski Freedman mengakui bahwa "selalu ada peluang" mencapai kesepakatan di antara kedua aktor yang sedang berseteru itu, ia "tidak tahu apakah kami akan melanjutkan pembicaraan."

Deadline menyebut Blake Lively dan Justin Baldoni meninggalkan gedung pengadilan pada pukul 4 sore waktu setempat. Tanggal persidangan 18 Mei juga disebut masih belum pasti.

Page Six menyebut perwakilan Blake Lively tidak menanggapi permintaan komentar terkait kabar tersebut.

Konflik ini dipicu oleh posisi ganda Justin Baldoni yang menjabat sebagai sutradara sekaligus lawan main Lively di It Ends With Us.

Lively menuduh Baldoni menyalahgunakan kekuasannya untuk memaksakan adegan vulgar dan melakukan kontak fisik tidak pantas dengan alasan kebutuhan artistik.

Dalam sesi yang sama, pengacara Lively, Esra Hudson, memaparkan beberapa poin keberatan utama kliennya, seperti Lively mengklaim dipaksa mensimulasikan adegan telanjang yang dianggap tidak perlu pada adegan persalinan.

Selain itu Baldoni disebut Lively sengaja menggesekkan wajah ke arah perempuan itu secara tidak pantas saat adegan tari, dan penambahan konten seksual secara sepihak oleh Baldoni yang dianggap tidak memiliki dasar kuat.

Drama hukum ini juga mengungkap ribuan dokumen bukti, termasuk pesan singkat dari sahabat Lively, Taylor Swift. Dalam pesan tersebut, Swift menyamakan situasi di lokasi syuting dengan film horor yang terjadi tanpa diketahui publik.

Pesan pribadi ini digunakan pihak Lively untuk memperkuat klaim bahwa lingkungan kerja saat itu memang sangat toksik.

Perselisihan ini telah memanas sejak Desember 2024. Sebelumnya, Baldoni sempat menggugat balik Lively dan suaminya, Ryan Reynolds, senilai US$400 juta atas tuduhan perusakan reputasi, tetapi gugatan itu telah ditolak hakim pada Juni 2025.

(end)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |