7 Negara Asia Ini Alami Krisis BBM Imbas Perang AS-Israel vs Iran

3 hours ago 4
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah negara berupaya untuk menghindari krisis bahan bakar minyak (BBM) imbas perang Amerika Serikat dan Israel versus Iran sejak akhir Februari.

Banyak negara menerapkan berbagai strategi, seperti meminta aparatur sipil negara (ASN) untuk bekerja dari rumah hingga membatasi pembelian BBM.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Krisis BBM terjadi usai AS-Israel menggempur Iran sejak bulan lalu. Teheran tak tinggal diam dan langsung meluncurkan serangan balasan.

Tak cuma itu, Iran juga menutup jalur perdagangan minyak global, Selat Hormuz, untuk AS dan Israel. Penutupan ini memicu krisis energi karena menghentikan sekitar sepertiga perdagangan minyak mentah dan menyebabkan lonjakan harga minyak.

Berikut daftar negara yang mengalami krisis BBM imbas perang AS-Israel versus Iran.

1. Filipina

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr mendeklarasikan darurat energi nasional imbas pasokan bahan bakar minyak dan gas yang terganggu gegara perang AS-Israel vs Iran.

Status darurat energi nasional ini berlaku selama satu tahun dan sebagai respons terhadap perang serta penutupan Selat Hormuz.

Marcos juga mewanti-wanti ancaman yang akan terjadi terhadap 'ketersediaan dan stabilitas pasokan energi negara' imbas perang tersebut.

Selain itu, Filipina juga mempertimbangkan untuk menghentikan operasional pesawat imbas krisis BBM.

2. Vietnam

 People queue to buy petrol at a petrol station after Vietnam's trade ministry called on local businesses to encourage their employees to work from home to save fuel amid disruptions in supply and price surges triggered by the U.S.-Israeli conflict with Iran, in Hanoi, Vietnam, March 10, 2026. Picture taken with a mobile phone. REUTERS/Khanh Vu/File PhotoSejumlah pengemudi mengantre SPBU di Vietnam imbas krisis BBM akibat perang AS-Israel vs Iran. (REUTERS/Khanh Vu)

Maskapai nasional Vietnam Airlines juga akan memangkas hampir dua lusin penerbangan domestik tiap pekan mulai April. Langkah ini diambil menyusul pasokan bahan bakar pesawat (avtur) yang terbatas dan harga melonjak.

Otoritas penerbangan sipil Vietnam menyatakan, lonjakan harga sudah terjadi sejak tiga pekan lalu. Kenaikan harga ini turut memicu kekhawatiran kelangkaan pasokan avtur dalam negeri.

Tak cuma itu, harga solar di Vietnam juga naik dua kali lipat imbas konflik di Asia Barat.

Harga solar di Vietnam melonjak 105 persen dari 19.270 dong (sekitar Rp12.420) menjadi 39.660 dong (sekitar Rp25.467) per liter.

3. Thailand

Thailand juga tak beda jauh dengan nasib negara-negara Asia Tenggara di atas. Di sini, layanan taksi di bandara Suvarnabhumi mulai terganggu imbas kelangkaan bahan bakar di Negeri Gajah Putih.

Sejumlah pengemudi bahkan terpaksa menghentikan operasional secara bertahap karena sulit mendapat BBM.

Presiden Suvarnabhumi Taxi Coordination Association, Pallop Chayinthu mengatakan, taksi, terutama jenis SUV dan van, mulai menghentikan layanan.

Kondisi ini terjadi karena mereka khawatir kehabisan bahan bakar di tengah perjalanan, terutama untuk rute jarak jauh.

"Kami khawatir tidak bisa mengisi ulang jika bahan bakar habis di tengah jalan," kata dia, dikutip The Nation.

4. Kamboja

Krisis energi imbas perang yang dimulai AS-Israel di Iran juga menyebabkan harga solar melonjak 68 persen di Kamboja.

Tak cuma itu, lebih dari 400 stasiun pengisian bahan bakar di seluruh negeri terpaksa berhenti beroperasi karena stok habis dan biaya operasional yang tinggi.

Meski harga melambung, warga tetap rela antre untuk mendapat BBM. Dari foto yang beredar, tampak tuk-tuk mengular di SPBU untuk mengisi bahan bakar.

5. Myanmar

Antrean yang mengular di SPBU juga terjadi di Myanmar. Para petani rela tidur di SPBU untuk mendapat solar agar traktor mereka bisa beroperasi.

Beberapa orang bahkan mengunjungi SPBU sejak pukul 03.00 dini hari. Warga lain bahkan ada yang sudah mengantre dua hari.

6. Bangladesh

Bangladesh menutup universitas, sekolah berbahasa Inggris, hingga pusat bimbingan belajar di seluruh negeri saat krisis bahan bakar minyak dan listrik memburuk imbas perang Amerika Serikat-Israel versus Iran.

Kementerian Pendidikan Bangladesh mengeluarkan surat edaran yang mengarahkan kampus-kampus memulai libur Idulfitri lebih awal dari jadwal biasanya. Ini secara efektif menutup seluruh universitas di dalam negeri.

7. Sri Lanka

Sri Lanka menetapkan hari libur tiap Rabu bagi instansi pemerintah, termasuk sekolah dan universitas.

Selain itu, pihak berwenang Sri Lanka membatasi pembeli BBM dengan 20 liter per minggu untuk setiap warga. Harga bahan bakar juga melonjak hingga 33 persen, demikian dikutip Al Jazeera.

Berdasarkan sistem jatah mingguan itu, sepeda motor diperbolehkan membawa 8 liter bensin, mobil 25 liter bensin, bus 100 liter solar, dan truk 200 liter solar.

Sri Lanka mengimpor 60 persen kebutuhan energinya, sebagian besar melalui Selat Hormuz. Negara ini juga tak punya kapasitas penyimpanan yang melebihi kebutuhan konsumsi satu bulan.

(isa/asr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |