Ingat! Hindari 5 Jenis Minuman Ini Sehabis Minum Obat

2 hours ago 3

CNN Indonesia

Kamis, 12 Feb 2026 12:00 WIB

Beberapa minuman dapat mengganggu kerja obat. Simak lima jenis minuman yang sebaiknya dihindari sehabis minum obat. Ilustrasi. Jus jeruk jadi salah satu minuman yang harus dihindari setelah minum obat. (WikiImgaes/Pixabay)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Saat menjalani pengobatan, banyak orang hanya fokus pada jadwal dan dosis obat, tetapi kerap mengabaikan jenis minuman yang dikonsumsi setelahnya. Padahal, kebiasaan minum yang salah dapat memengaruhi efektivitas obat di dalam tubuh.

Bagi Anda yang sedang menjalani terapi medis, hindari 5 minuman ini sehabis minum obat agar hasil pengobatan maksimal.

Anjuran untuk selalu minum air putih saat mengonsumsi obat bukanlah tanpa alasan. Air putih bersifat netral dan tidak menimbulkan reaksi kimia yang dapat merusak senyawa obat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anjuran minum air putih selama mengonsumsi obat-obatan sebaiknya benar-benar dipatuhi. Air putih merupakan minuman paling aman karena tidak mengandung zat aktif yang dapat berinteraksi dengan kandungan obat.

Tidak hanya diminum saat obat masuk ke tubuh, konsumsi air putih secara rutin selama masa pengobatan juga sangat dianjurkan. Sayangnya, tidak semua orang mampu menjalankan kebiasaan ini.

Sebagian orang justru memilih minuman manis, berkafein, atau berkarbonasi sebagai pendamping obat. Beberapa minuman tersebut bahkan mampu menghancurkan senyawa obat sebelum diserap tubuh.

Reaksi kimia tersebut dapat menurunkan efektivitas obat dan, dalam kondisi tertentu, memicu efek samping yang lebih serius. Dikutip dari berbagai sumber, berikut minuman yang perlu dihindari sehabis minum obat.

Minuman yang dihindari sehabis minum obat

Berikut jenis minuman yang wajib dihindari setelah minum obat agar tidak mengganggu penyerapan.

1. Susu dan olahannya

Sejak lama, nasihat untuk tidak minum susu setelah mengonsumsi obat sering disampaikan. Berbagai olahan susu, baik susu sapi, buttermilk, maupun produk olahan lainnya, mengandung kalsium dan protein tertentu yang dapat berikatan dengan zat aktif obat.

Ikatan ini membuat obat sulit diserap oleh tubuh secara optimal. Beberapa jenis antibiotik dan obat tertentu diketahui sangat sensitif terhadap kandungan dalam susu.

Akibatnya, efektivitas obat dapat menurun drastis. Oleh sebab itu, jika Anda sedang menjalani pengobatan, sebaiknya hindari minuman ini.

2. Kopi

Kopi merupakan minuman favorit banyak orang, terutama di pagi hari. Namun, kopi mengandung kafein dan senyawa aktif lain yang cukup kuat.

Minuman ini biasanya disajikan dalam kondisi panas atau hangat, yang justru dapat mengganggu stabilitas senyawa obat. Kafein dalam kopi berpotensi mempercepat kerja enzim tertentu di hati, sehingga obat lebih cepat terurai sebelum memberikan efek terapeutik yang diharapkan.

Dalam beberapa kasus, kopi juga dapat meningkatkan risiko efek samping obat, seperti jantung berdebar atau gangguan lambung.

3. Minuman soda

Minuman bersoda sudah dikenal luas sebagai minuman yang kurang baik bagi kesehatan jika dikonsumsi berlebihan. Kandungan gula tinggi dan karbonasi dalam soda dapat meningkatkan risiko peradangan dalam tubuh.

Tidak hanya itu, soda juga dapat memengaruhi keseimbangan asam-basa di saluran pencernaan. Kondisi tersebut membuat penyerapan obat menjadi tidak optimal. Bahkan, beberapa jenis soda dapat merusak pengaruh obat sehingga khasiatnya menurun.

4. Jus jeruk

Jus jeruk memang kaya vitamin C dan dikenal baik untuk daya tahan tubuh. Namun, di balik manfaat tersebut, jus jeruk ternyata tidak selalu cocok dikonsumsi bersamaan dengan obat-obatan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa dalam jus jeruk dapat mengganggu pelepasan obat di dalam tubuh. Interaksi ini dapat mengubah cara kerja obat, baik dengan meningkatkan maupun menurunkan efeknya secara tidak terkontrol.

Dampaknya bisa menyerupai reaksi obat tertentu, seperti pereda nyeri.

5. Minuman berenergi

Minuman berenergi sering dikonsumsi untuk meningkatkan stamina dan mengurangi rasa lelah. Namun, minuman ini mengandung kafein, gula, dan zat stimulan lain dalam jumlah tinggi.

Kandungan tersebut tidak mendukung proses kerja obat di dalam tubuh. Bagi seseorang yang sedang dalam masa penyembuhan, konsumsi minuman berenergi justru dapat mengganggu keseimbangan tubuh dan memicu interaksi obat yang tidak diinginkan.

Nah, itulah hindari 5 minuman ini sehabis minum obat karena beberapa di antaranya dapat mengganggu penyerapan, merusak senyawa obat, hingga menurunkan efektivitas kerjanya.

(gas/tis)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |